Minggu, 22 September 2013

Almamater orange - Berawal dari Sok Kenal


         Suasana Sekolah tempatku menimbah ilmu saat itu masih begitu sepi padahal hari itu ,  hari kedua masuk sekolah setelah tahun ajaran baru , Tempat parkir kosong, ruang kelas hanya ditemani bangku dan meja kosong. Hanya ada tukang bersih-bersih yang sibuk mengepel teras kantor dan juga beberapa teman sekelasku yang tampak sedang asyik ngobrol di halaman depan kantor, entah lagi ngegosip atau apa ?, tempat untuk nongkrong saat jam istirahat. Aku yang melihat sekeliling masih sangat sepi, akhirnya kaki ku kulangkahkan perlahan menuju halaman depan kantor tempat teman-temanku
            “baru kalian yang datang “, Tanya ku dengan basa basi
            “ iya, yang lain katanya besok baru mau ke sekolah”, jawab salah seorang satu kelasku yang sedang asyik dengan handphone miliknya.
            Duduk dan bergabung dengan mereka, mungkin adalah tujuanku saat itu karena berhubung tidak ada kegiatan lain, lagipula persiapan untuk MOS siswa baru keesok harinya telah rampung. Ngobrol, dan mendengar ocehan serta gosip aneh dari teman-temanku membuatku tak bisa menahan ketawaku. Etzzzz……. Aku ngga ikut negosip  kok, Cuma sedikit… hehehehehehe.
            Bermaksud ingin melihat sekeliling apakah masih sunyi atau sudah berpenghuni , tapi tiba-tiba perhatianku beralih pada sudut halaman samping kantor, tampak beberapa orang yang bagiku wajah-wajah yang asing, namun almamater yang dikenakan tak asing. Sebuah almamater orange dengan logo bulat berwarna hitam di dada sebelah kiri. Yupzt….. betul mereka adalah Mahasiswa KKN-PPL dari salah satu universitas ternama di Indonesia Timur dan terkenal dengan almamater orangenya.
            Sedetik, dua detik sampai lima menit, tiba-tiba mereka melangkahkan kaki menuju halaman depan kantor tempat aku dan teman-teman. Dan dalam seketika pandangan ku kualihkan , tak selang beberapa menit mereka telah ada tepat didepan mataku. Senyum lebar dan manis ku suguhkan sebagai ucapan selamat datang, dan dengan sikap yang anak-anak bilang sok kenal, aku mulai menyapa,
            “hai kak, KKN disini yah ? “, sebuah pertanyaan konyol sih , tapi tak apalah
            “iya, dek”, jawab salah seorang dari mereka
            “ kak, kalau MOS nanti , ikut berpartisipasi ya ?”, jawabku lagi dengan sok kenal
            “ bisa dek  “ jawabnya sambil berlalu pergi
            Wajah-wajah yang baru kali itu aku lihat kemudian berlalu pergi entah mau kemana setelah menghadapi orang yang sok kenal kayak aku,  kata teman-teman, tapi bagi aku sok kenal ngga masalah yang penting tahu situasi dan kondisi aja. Meski tadi aku begitu sok kenal namun tak ada perkenalan maklum masih pertama dan lumayan malu….. hehehehehe. Biar begitu bagiku tak sulit untuk mengetahui nama dari rombongan almamter orange itu. Yupst…. Nama mereka terpanpan nyata di almamater orange yang mereka kenakan , satu persatu nama telah ku tahu dari almamater orange itu ;
Gusti mansyur, yaps.. orang pertama yang ku tahu namanya, ngakunya ngga tahu bahasa bugis ternyata bisa dan paling suka dengan nasi goreng+jus alpokat mau dapat dari mana jus alpokat kalau di kota kecil ini .  Nurlina , kakak cewek dengan sikap amat manis trus sangat baik, Aswar, yang sekarang ngajar dikelasku membawakan materi audio , yang dulunya aku kirain seorang ustadz….hehehehe
            Jelas-jelas nama mereka terpanpan nyata , tapi aku tidak bisa tahu nama semua rombongan itu , tapi ada satu orang yang kutahu namanya yang sekarang masih terekam di memori otak ku, Dia itu Korseknya alias Koordinator sekolah dari rombongan almamater orange.
      Saat itu aku  hendak membaringkan badanku diata s kasur gabus , bermaksud beristirahat sejenak sepulang dari sekolah , handphone milikku berdering , sebuah pesan singkat diterima dari nomor tri yang tak ku kenali “ assalamu alaikum, apa benar ini suci sekretaris osis . dari Yudi (Mah.kkn)” bunyi pesan itu.  Dengan santai ku jawab “ iya betul, ada apa kak ? “. Menungguh balasan akan tetapi balasan dari nomor tri itu tak kunjung datang, yah.. sudahlah.
            Esok harinya ku bergegas menuju sekolah tempatku menimba ilmu yaitu Sebuah sekolah menengah kejuruan yang terbilang baru namun berkembang begitu cepat. Berharap menjadi orang pertama yang datang namun ternyata menjadi orang terakhir. Depan gerbang telah penuh oleh siswa/siswi baru yang akan mengikuti suatu kegiatan Ramadhan karena saat itu kebetulan setelah selesai MOS memasuki bulan Ramadhan . Aku langsung melangkahkan kaki menaiki tangga menuju ruangan yang akan digunakan sebagai tempat kegiatan, namun suatu pemandangan berbeda telah Nampak di depan ruangan itu , telah berdiri seseorang  beralmamater orange dengan wajah bersinar, kulit putih dan senyuman yang lebar ,  aku membalas senyum dan segera masuk ruangan . Tapi sikap sok kenal  tak bisa hilang dari aku , keluar dan menyapa dengan seribu basa-basi bahkan omong kosong , tak apalah yang penting mengisih suasana kosong. Tiba-tiba dia berkata “ sampai jie smsku dek”. Upsttt…… ternyata sms dari nomor tri itu adalah dari orang ini dan ini yang dibilang kak Yudi , atau nama lengkapnya yudi Arianto Latief yaitu seseorang yang sekarang  begitu banyak memberikan motivasi dan juga seseorang yang mendorongku untuk menulis , sehingga aku bisa menulis kata demi kata , kalimat demi kalimat dan pragraf demi pragraf, seseorang yang selalu santai tapi pasti dan mempunyai segudang pengalaman dan prestasi yang patut diacungi jempol,.
            Tak ada salahnya juga punya sikap sok kenal tapi harus pandai lihat kondisi , karena dari sikap sok kenal aku itu , hampir semua rombongan almamater orange itu mengenal aku meskipun aku belum kenal semuanya , tapi dari hari ke hari , kegiatan dami kegiatan yang dilakukan bersama akhirnya semua bisa kukenali,
Muh.Helmi hamid , tapi aku lebih senang panggilnya Helmi yahya ,…. (moga aja Bapaknya tidak marah) , mungkin 11 ,12 sok kenalnya dengan aku, seorang Sekcam , Genius, hobbi banget ngeledekin,tapi sebenarnya baik kok..
Dan semuanya yang mempunyai karakter berbeda-beda.
            Bertemu , kenal, akrab dengan kakak-kakak almamater orange merupakan hal yang berkesan ,Dengan mereka banyak hal  yang dilakukan bersama, dari kegiatan bersih-bersih sampai kegiatan makan-makan, dari kegiatan dapur sampai kegiatan social… huftt…kayak apa aja, tapi ngga apalah, kurang lebih seperti itu. Dan dari mereka pula aku belajar banyakl hal , belajar untuk tidak berputus asa, belajar untuk menggantungkan mimpi yang setinggi-tingginya , belajar untuk selalu berusaha dan berdo’a , belajar  untuk tegar dan sabar dan belajar untuk selalu bersyukur dengan apa yang didapat saat ini. Dari mereka pula aku belajar arti kebersamaan , arti kehidupan, dan keyakinan akan kekuatan pikiran.
            Waktu seakan begitu cepat berlalu , tak terasa hari ini H-12 sebelum mereka pergi dari sekolah aku , sebelum mereka meninggalkan kota kecil ini , dan sebelum kakak-kakak almamater orange berbenah untuk kembali, kembali melanjutkan studynya, sebelum Senyuman dan wajah serta teriakan mereka tak terlihat dan terdengar  lagi dari teras rumah panggung dibelakang sekolah. Hari ini dan 12 hari kemudian adalah sisa hari kakak-kakak almamater orange di sekolah , hari dimana mereka mengajar , hari dimana mereka berbanjar dan memamerka senyum manisnya didepan gerbang setiap pagi sambil menerima jabatan tangan dari siswa/siswi yang datang, hari-hari terakhir mendengar candaan, tawa, dan ledekan dari mereka. Yang setelah 12 hari ini akan sulit untuk didengar. Dan saat ini mereka bukan lagi wajah asing , melainkan wajah yang begitu akrab , wajah yang menjadi sesosok kakak terbaik dan terhebat.
Dari mereka banyak hal yang terekam dan akan selalu teringat dari pertemuan dan keakraban dengan kakak-kakak almamater orange yang selamanya akan selalu tersimpan. Dan berharap lepas dari ini mereka tetap menjadi yang terbaik dan terhebat serta tak kan pernah lupa dengan kota kecil ini, tempat kakak-kakak almamater orange selama 3 bulan .

………“ Berawal dari sok kenal” namun berharap tak akan pernah ada kata “berakhir dengan tak kenal”…………….

            

Rabu, 18 September 2013

Karena mereka Dia Bertahan

Angin berhembus begitu kencang menembus cela-cela jendela , meniup daun-daun kering yang gugur , membuat badan merinding . Yach tanda Musim hujan telah tiba, membuat semua orang malas untuk beraktivitas , membuat jalan sepi, toko-toko tutup dan pedagang keliling menganggur dirumah.
   awal musim hujan ini dimulai dengan tiupan angin barat yang begitu kencang, lalu disusul suara derasnya hujan yang jatuh diatap rumah-rumah. saat yang bagi sebagian orang untuk tidur lelap dibawah selimut tebal, namun pemandangan berbeda terlihat jelas disuatu sudut ruangan sebuah rumah, tampak seorang gadis belia dengan wajah lemas namun penuh semangat menyelesaikan pekerjaannya membersihkan sudut ruangan itu dari genangan air hujan yang begitu derasnya. Dengan perlahan dia menyapu , dan mengepel ruangan itu agar orang yang melintas tidak jatuh. Dan akhirnya pekerjaannya telah rampung , namun saat hendak menyandarkan punggungnya disebuah kursi plastik berwarna biru, tiba-tiba teriakan terdengar dari pojok ruangan sebelah kanan, yah dari ruangan dapur . "Sarah........" teriak tante punya rumah. Dengan segera Sarah berdiri merapikan alat-alat yang telah digunakannya dan kemudian berlari menuju sumber suara.
     Berharap bisa beristirahat saat pekerjaannya telah selesai namun ternyata pekerjaan lain telah menunggu, entah apa boleh buat , Dia tidak bisa menolak, Sarah hanya bisa pasrah. " masakkan saya sup ayam yah! ", kata Tante pemilik rumah. Dengan sigap Sarah mengambil bahan-bahannya dan mulai mengerjakannya , Sarah telah membuang niatnya untuk istirahat apalagi untuk bersantai. Kali ini Ia harus betul-betul mengerjakan apa yang menjadi tugasnya , karena apabila salah maka suatu ceramah gratis akan Ia dapat
kan.
   Sarah memang harus super duper sabar dalam hal ini. biarpun telah lama terbesit dipikrannya untuk pergi dari rumah itu namun apa boleh buat, Banyak sekali hal yang membuat dia bertahan , Mengingat sekolahnya belum selesai , mengingat beban finansial keluarganya terlalu berat , dan Dia tidak ingin menambah beban lagi, serta mengingat Pengorbanan Kedua Orang Tuanya agar Dia bisa tinggal di rumah itu, dan mengingat kebaikan keluarga pemilik rumah itu. Apa boleh buat dia harus bertahan, bertahan demi mereka...!!!

Sabtu, 14 September 2013

Pangeran Sesaat

Angin malam berhembus perlahan , menembus serat-serat kain yang membalut ku, membuat jilbab coklat yang q kenakan terbang. dingin seakan menembus kulit , masuk ke paru-paru. Duduk sendiri dipojok teras ruangan yang disulap menjadi sebuah panggung  pertunjukan pensi yang super sederhana, menikmati sajian penampilan kocak dan menarik dari para peserta namun terkadang pula ku melupakan rasa dinginku dengan semua tingkah laku para peserta kegiatan tersebut . Yah sebuah kegiatan Osis yang bisa dibilang suatu ide dan pemikiran dari ku, sebuah Persami Persahabatan diantara kegiatan ekskul.
    Tertawa, Termenung dan terdiam , tiga hal yang q lakukan malam itu , tertawa dengan kekocakan para peserta , termenung memikirkan nasib kehidupan dan terdiam karena rasa dingin yang menimpah. terkadang ada yang menyapa " kamu kenapa", tanya seorang juniorku yang merupakan panitia diacara ini. "tidak kenapa-kenapa",jawabku.
   Entah kenapa malam ini udara sangat dingin, tak tahu  apa cuma aku yang merasakan atau kah semuanya merasakan. Rasa dingin yang membuatku seakan tak bisa beranjak dari tempat duduk ku, tapi apa boleh buat panggilan ternyata tertuju padaku , disaat semua acara pensi telah kelar, suara amat lembut memanggilku secara perlahan "cici .... cici... bisa kesini sebentar dek ". Yah sebuah  teriakan dari seseorang yang tak asing bagiku, dia adalah kak Dodi , mahasiswa KKN disekolah ku.
    Perlahan kakiku kulangkahkan menuju suara itu dengan tangan yang gemetar dengan rasa dingin yang super duper, sampailah aku d'tempat itu, "baiklah apa kita bisa mulai rapat ini ",jawab kak Dodi dengan lembutnya, "baik, silahkan kak ", jawabku dengan suara gemetar. Hal yang membuatku mengalihkan perhatian ditengah rapat yang hening yaitu  saat orang yang berdiri pas didpanku perlahan membuka jaket miliknya dan memberikannya kepadaku " ini, pakailah", katanya dengan suaranya yang khas. "OMG, baik sekali ini orang ",gumamku dalam hati. aku pun mengambil dan memakai jaket itu karena sangat tidak bisa ku pungkiri rasa dingin ini tak bisa kutahan lagi.
   *Rapat berlangsung dengan terkadang konsentrasikan tidak terpusat pada hal yang sedang dibahas , tapi malah tertuju pada sesosok cowok manis berbaju putih yang duduk didepanku, yah !!! tidak salah lagi , dia adalah orang yang membukakan jaket untukku, "Bagaimana menurut kamu, cici"tanya kak Dodi, "iya, Kenapa, ada apa ? ", jawabku gugup, karena ku tak mendengar apa yang sebelumnya Ia katakan. "ekhm...mikirin apa sich, cieeeee..... ", jawab salah seorang lettingku mengejek. "okey , kita lanjutkan ", kata kak Dodi.
    Aku yang dari tadi tidak bisa fokus, mencoba untuk mengalihkan pandangan dari yang merusak konsentrasiku itu, namun tetap saja ku tak  sepenuhnya bisa, wajahnya yang manis, teduh dan bercahaya itu selalu terbayang-bayang. sampai akhirnya Rapat selesai, aku kembali ke tenda , tapi dengan menyerahkan terlebih dahulu jaket milik sesosok cowok manis yang didepanku tadi. "terima kasih", jawabku perlahan.
     sesosok pangeran bagiku, tapi prince just a moment, yupst..... ku hanya kagum dengan sikapnya yang begitu baik, tapi bukan ada niat untuk lebih dari itu.bagiku dia hanya sesosok Cowok pengertian.
  

 Dan jangan pernah salah artikan kebaikan seseorang , begitu pula jangan salah artikan kekaguman seseorang.......................................

Kamis, 12 September 2013

Seberkas cahaya

mentari pagi telah menampakkan dirinya , bersinar menyinari daun-daun di depan rumah , membuat uap air yg bersembunyi dibalik dedaunan menetes jatuh ke tanah . Pagi yang elok , Tiara yang sejak subuh telah terbangun masih sangat sibuk dengan rutinitas paginya , yang mungkin sebagian orang menganggapnya super melelahkan, tapi bagi Tiara itu hal yang biasa, menyapu, mengepel , memasak dan semua pekerjaan rumah Ia kerjakan satu persatu. Sebelum akhirnya Ia bisa  mengambil sebuah handuk kusut berwarnah merah bergambar mikky mouse dan perlahan melangkahkan kaki menuju kamar mandi.
sekarang jam telah menunjukkan 06.45 termasuk sudah sangat siang bagi seorang siswi di sekolah kejuruan ternama  , yah !!! entah bagaimna Ia bisa menghabiskan waktu yang begitu singkat di kamar mandi , tapi yang dipikirkannya sekarang hanyalah bagaimana Ia bisa sampai ke sekolah dengan tepat waktu .
    Bersekolah di sekolah ternama tentu tidak memakan biaya yang sedikit, oleh karena itu Tiara sangat bersukur bisa duduk dan mengeyam pendidikan di sekolah itu dengan tidak ada beban biaya  yang iya pikirkan. Tinggal dan disekolahkan oleh seorang kerabat membuat Tiara sangat bersyukur , bagaimana tidak ? jika Ia harus biaya sendiri sangatlah tidak mungkin, Tiara hanya terlahir dari keluarga yang serba tak bercukupan , untuk makan saja ayah dan ibunya harus banting tulang tapi meski begitu Tiara tak pernah menyesal atau marah dengan nasibnya . Tiara selalu bersabar dan tidak pernah lupa bersyukur atas nikmat yang Ia dapatkan ,  Dan Ia selalu yakin bahwa masih ada " Seberkas Cahaya   yang akan menjadi sinar untuk mencapai cita-cita terbesar dalam hidupnya ".
       Dengan semangat 45 laksana para pahlawan yang hendak berperang , Tiara memakai sepatu balet berwarna hitam biru miliknya . berjalan penuh semangat menuju ruang makan untuk berpamitan dengan Ibu tuan rumah yang tengah asyik menikmati segelas teh hangat dan beberapa potong kue lapis. Pamit dan berangkat, seakan tak ada rasa lelah yang Ia rasakan , meskipun sepanjang pagi ia tidak pernah berhenti beraktivitas.
     Sekolah adalah tujuan utama bagi Tiara,  karena menurutnya mendapat ilmu yang sebanyak-banyaknya adalah modal untuk meraih segala apa yang dicita-citakan. Dan hanya satu cita-cita terbesar dalam  hidupnya , melihat ayah dan ibunya tersenyum bahagia melihat keberhasilannya.

Senin, 02 September 2013

Bersama

kebersamaan adalah  suatu hal yang seakan begitu berarti dalam hidup ini, menjalani kegiatan bersama , canda tawa sering muncul namun sering juga perdebatan , tapi hanya sekedar debat biasa
tapi suatu kebersamaan yang tak terlupakan bagiku saat semua orang-orang terkasih dalam hidupku hadir dann datang mengunjungi gubuk kecilku yang berada disuatu desa , suatu gubuk yang sangat sederhana dan bisa dibilang tak ada samanya , tapi walau begitu aku tetap bersyukur karena masih banyak orang-orang yang mau singgah dan berkunjung.
kehadiran mereka memberikan semagat buat aku, memberikan sejuta kebahagiaan, memberikan kenangan yang tak terlupakan. dan yang paling menyenangkan saat mereka semua berkumpul diteras dan memajang semua makanan yang ada , walaupun sebenarnya mereka tidakk makan itu semua.
    kebersamaan begitu indah tapi tak pernah bisa dipungkiri bahwa disaat pernah bersama pasti akan berpisah, entah kapan waktu itu. seperti saat waktu itu mungkin sekarang sangat sulit untuk diulang, jadi hargailah apa yang kamu miliki sekarang sebelum itu hilang dari hidupmu.......................

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Web Hosting Bluehost