Suasana Sekolah tempatku menimbah ilmu saat itu masih begitu sepi padahal hari itu , hari kedua masuk sekolah setelah tahun ajaran baru , Tempat parkir kosong, ruang kelas hanya ditemani bangku dan meja kosong. Hanya ada tukang bersih-bersih yang sibuk mengepel teras kantor dan juga beberapa teman sekelasku yang tampak sedang asyik ngobrol di halaman depan kantor, entah lagi ngegosip atau apa ?, tempat untuk nongkrong saat jam istirahat. Aku yang melihat sekeliling masih sangat sepi, akhirnya kaki ku kulangkahkan perlahan menuju halaman depan kantor tempat teman-temanku
“baru kalian yang datang “, Tanya ku
dengan basa basi
“ iya, yang lain katanya besok baru
mau ke sekolah”, jawab salah seorang satu kelasku yang sedang asyik dengan
handphone miliknya.
Duduk dan bergabung dengan mereka,
mungkin adalah tujuanku saat itu karena berhubung tidak ada kegiatan lain,
lagipula persiapan untuk MOS siswa baru keesok harinya telah rampung. Ngobrol,
dan mendengar ocehan serta gosip aneh dari teman-temanku membuatku tak bisa
menahan ketawaku. Etzzzz……. Aku ngga ikut negosip kok, Cuma sedikit… hehehehehehe.
Bermaksud ingin melihat sekeliling
apakah masih sunyi atau sudah berpenghuni , tapi tiba-tiba perhatianku beralih
pada sudut halaman samping kantor, tampak beberapa orang yang bagiku
wajah-wajah yang asing, namun almamater yang dikenakan tak asing. Sebuah
almamater orange dengan logo bulat berwarna hitam di dada sebelah kiri.
Yupzt….. betul mereka adalah Mahasiswa KKN-PPL dari salah satu universitas
ternama di Indonesia Timur dan terkenal dengan almamater orangenya.
“hai kak, KKN disini yah ? “, sebuah
pertanyaan konyol sih , tapi tak apalah
“iya, dek”, jawab salah seorang dari
mereka
“ kak, kalau MOS nanti , ikut
berpartisipasi ya ?”, jawabku lagi dengan sok kenal
“ bisa dek “ jawabnya sambil berlalu pergi
Wajah-wajah yang baru kali itu aku
lihat kemudian berlalu pergi entah mau kemana setelah menghadapi orang yang sok
kenal kayak aku, kata teman-teman, tapi
bagi aku sok kenal ngga masalah yang penting tahu situasi dan kondisi aja.
Meski tadi aku begitu sok kenal namun tak ada perkenalan maklum masih pertama
dan lumayan malu….. hehehehehe. Biar begitu bagiku tak sulit untuk mengetahui
nama dari rombongan almamter orange itu. Yupst…. Nama mereka terpanpan nyata di
almamater orange yang mereka kenakan , satu persatu nama telah ku tahu dari
almamater orange itu ;
Gusti mansyur, yaps.. orang pertama yang
ku tahu namanya, ngakunya ngga tahu bahasa bugis ternyata bisa dan paling suka
dengan nasi goreng+jus alpokat mau dapat dari mana jus alpokat kalau di kota
kecil ini . Nurlina , kakak cewek dengan sikap amat
manis trus sangat baik, Aswar, yang
sekarang ngajar dikelasku membawakan materi audio , yang dulunya aku kirain
seorang ustadz….hehehehe
Jelas-jelas
nama mereka terpanpan nyata , tapi aku tidak bisa tahu nama semua rombongan itu
, tapi ada satu orang yang kutahu namanya yang sekarang masih terekam di memori
otak ku, Dia itu Korseknya alias Koordinator sekolah dari rombongan almamater
orange.
Saat itu aku hendak membaringkan badanku diata s kasur gabus
, bermaksud beristirahat sejenak sepulang dari sekolah , handphone milikku berdering
, sebuah pesan singkat diterima dari nomor tri yang tak ku kenali “ assalamu
alaikum, apa benar ini suci sekretaris osis . dari Yudi (Mah.kkn)” bunyi pesan
itu. Dengan santai ku jawab “ iya betul,
ada apa kak ? “. Menungguh balasan akan tetapi balasan dari nomor tri itu tak
kunjung datang, yah.. sudahlah.
Esok harinya ku bergegas menuju
sekolah tempatku menimba ilmu yaitu Sebuah sekolah menengah kejuruan yang
terbilang baru namun berkembang begitu cepat. Berharap menjadi orang pertama
yang datang namun ternyata menjadi orang terakhir. Depan gerbang telah penuh
oleh siswa/siswi baru yang akan mengikuti suatu kegiatan Ramadhan karena saat
itu kebetulan setelah selesai MOS memasuki bulan Ramadhan . Aku langsung
melangkahkan kaki menaiki tangga menuju ruangan yang akan digunakan sebagai
tempat kegiatan, namun suatu pemandangan berbeda telah Nampak di depan ruangan
itu , telah berdiri seseorang
beralmamater orange dengan wajah bersinar, kulit putih dan senyuman yang
lebar , aku membalas senyum dan segera
masuk ruangan . Tapi sikap sok kenal tak
bisa hilang dari aku , keluar dan menyapa dengan seribu basa-basi bahkan omong
kosong , tak apalah yang penting mengisih suasana kosong. Tiba-tiba dia berkata
“ sampai jie smsku dek”. Upsttt…… ternyata sms dari nomor tri itu adalah dari
orang ini dan ini yang dibilang kak Yudi , atau nama lengkapnya yudi Arianto
Latief yaitu seseorang yang sekarang begitu banyak memberikan motivasi dan juga
seseorang yang mendorongku untuk menulis , sehingga aku bisa menulis kata demi
kata , kalimat demi kalimat dan pragraf demi pragraf, seseorang yang selalu
santai tapi pasti dan mempunyai segudang pengalaman dan prestasi yang patut diacungi
jempol,.
Tak ada salahnya juga punya sikap
sok kenal tapi harus pandai lihat kondisi , karena dari sikap sok kenal aku itu
, hampir semua rombongan almamater orange itu mengenal aku meskipun aku belum
kenal semuanya , tapi dari hari ke hari , kegiatan dami kegiatan yang dilakukan
bersama akhirnya semua bisa kukenali,
Muh.Helmi
hamid , tapi aku lebih senang panggilnya Helmi yahya ,…. (moga aja Bapaknya
tidak marah) , mungkin 11 ,12 sok kenalnya dengan aku, seorang Sekcam , Genius,
hobbi banget ngeledekin,tapi sebenarnya baik kok..
Dan semuanya
yang mempunyai karakter berbeda-beda.
Waktu seakan begitu cepat berlalu ,
tak terasa hari ini H-12 sebelum mereka pergi dari sekolah aku , sebelum mereka
meninggalkan kota kecil ini , dan sebelum kakak-kakak almamater orange berbenah
untuk kembali, kembali melanjutkan studynya, sebelum Senyuman dan wajah serta
teriakan mereka tak terlihat dan terdengar
lagi dari teras rumah panggung dibelakang sekolah. Hari ini dan 12 hari
kemudian adalah sisa hari kakak-kakak almamater orange di sekolah , hari dimana
mereka mengajar , hari dimana mereka berbanjar dan memamerka senyum manisnya didepan
gerbang setiap pagi sambil menerima jabatan tangan dari siswa/siswi yang
datang, hari-hari terakhir mendengar candaan, tawa, dan ledekan dari mereka.
Yang setelah 12 hari ini akan sulit untuk didengar. Dan saat ini mereka bukan
lagi wajah asing , melainkan wajah yang begitu akrab , wajah yang menjadi
sesosok kakak terbaik dan terhebat.
Dari
mereka banyak hal yang terekam dan akan selalu teringat dari pertemuan dan
keakraban dengan kakak-kakak almamater orange yang selamanya akan selalu
tersimpan. Dan berharap lepas dari ini mereka tetap menjadi yang terbaik dan
terhebat serta tak kan pernah lupa dengan kota kecil ini, tempat kakak-kakak
almamater orange selama 3 bulan .
………“
Berawal
dari sok kenal” namun berharap tak akan pernah ada kata “berakhir
dengan tak kenal”…………….
05.36
Suci Purwaningsih S.






