Sabtu, 14 September 2013

Pangeran Sesaat

Angin malam berhembus perlahan , menembus serat-serat kain yang membalut ku, membuat jilbab coklat yang q kenakan terbang. dingin seakan menembus kulit , masuk ke paru-paru. Duduk sendiri dipojok teras ruangan yang disulap menjadi sebuah panggung  pertunjukan pensi yang super sederhana, menikmati sajian penampilan kocak dan menarik dari para peserta namun terkadang pula ku melupakan rasa dinginku dengan semua tingkah laku para peserta kegiatan tersebut . Yah sebuah kegiatan Osis yang bisa dibilang suatu ide dan pemikiran dari ku, sebuah Persami Persahabatan diantara kegiatan ekskul.
    Tertawa, Termenung dan terdiam , tiga hal yang q lakukan malam itu , tertawa dengan kekocakan para peserta , termenung memikirkan nasib kehidupan dan terdiam karena rasa dingin yang menimpah. terkadang ada yang menyapa " kamu kenapa", tanya seorang juniorku yang merupakan panitia diacara ini. "tidak kenapa-kenapa",jawabku.
   Entah kenapa malam ini udara sangat dingin, tak tahu  apa cuma aku yang merasakan atau kah semuanya merasakan. Rasa dingin yang membuatku seakan tak bisa beranjak dari tempat duduk ku, tapi apa boleh buat panggilan ternyata tertuju padaku , disaat semua acara pensi telah kelar, suara amat lembut memanggilku secara perlahan "cici .... cici... bisa kesini sebentar dek ". Yah sebuah  teriakan dari seseorang yang tak asing bagiku, dia adalah kak Dodi , mahasiswa KKN disekolah ku.
    Perlahan kakiku kulangkahkan menuju suara itu dengan tangan yang gemetar dengan rasa dingin yang super duper, sampailah aku d'tempat itu, "baiklah apa kita bisa mulai rapat ini ",jawab kak Dodi dengan lembutnya, "baik, silahkan kak ", jawabku dengan suara gemetar. Hal yang membuatku mengalihkan perhatian ditengah rapat yang hening yaitu  saat orang yang berdiri pas didpanku perlahan membuka jaket miliknya dan memberikannya kepadaku " ini, pakailah", katanya dengan suaranya yang khas. "OMG, baik sekali ini orang ",gumamku dalam hati. aku pun mengambil dan memakai jaket itu karena sangat tidak bisa ku pungkiri rasa dingin ini tak bisa kutahan lagi.
   *Rapat berlangsung dengan terkadang konsentrasikan tidak terpusat pada hal yang sedang dibahas , tapi malah tertuju pada sesosok cowok manis berbaju putih yang duduk didepanku, yah !!! tidak salah lagi , dia adalah orang yang membukakan jaket untukku, "Bagaimana menurut kamu, cici"tanya kak Dodi, "iya, Kenapa, ada apa ? ", jawabku gugup, karena ku tak mendengar apa yang sebelumnya Ia katakan. "ekhm...mikirin apa sich, cieeeee..... ", jawab salah seorang lettingku mengejek. "okey , kita lanjutkan ", kata kak Dodi.
    Aku yang dari tadi tidak bisa fokus, mencoba untuk mengalihkan pandangan dari yang merusak konsentrasiku itu, namun tetap saja ku tak  sepenuhnya bisa, wajahnya yang manis, teduh dan bercahaya itu selalu terbayang-bayang. sampai akhirnya Rapat selesai, aku kembali ke tenda , tapi dengan menyerahkan terlebih dahulu jaket milik sesosok cowok manis yang didepanku tadi. "terima kasih", jawabku perlahan.
     sesosok pangeran bagiku, tapi prince just a moment, yupst..... ku hanya kagum dengan sikapnya yang begitu baik, tapi bukan ada niat untuk lebih dari itu.bagiku dia hanya sesosok Cowok pengertian.
  

 Dan jangan pernah salah artikan kebaikan seseorang , begitu pula jangan salah artikan kekaguman seseorang.......................................

1 komentar:

YUDI ARIANTO mengatakan...

Ciee,,,cieee juga :D

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Web Hosting Bluehost